Melansir CNN Indonesia, Sabtu (25/10/2025), eksperimen ini melibatkan manuver bedah lanjutan pada model hewan hidup, memvalidasi keandalan jaringan, kontrol instrumen real-time, dan presisi prosedural.  

Menurut laporan, keberhasilan ini membuka jalan bagi operasi remote dari lokasi nonklinis, seperti rumah sakit kecil atau bahkan rumah ahli bedah.  

Prosedur ini mengikuti pencapaian sebelumnya di Parana, termasuk operasi jarak jauh dari Kuwait ke Curitiba yang mencakup jarak 12.035 kilometer.  

Namun, operasi interstate ini menjadi yang pertama di Brasil menggunakan infrastruktur komunikasi umum, menyoroti kemajuan cepat negara dalam telesurgery jarak jauh.  

Meski menjanjikan, para ahli menekankan bahwa transisi ke aplikasi klinis manusia memerlukan penanganan tantangan nonteknis, seperti regulasi keselamatan, kerangka etis, dan legal untuk lisensi lintas yurisdiksi.