MINAHASA, TELISIK.ID - Kabut pegunungan Minahasa, stigma masyarakat desa, dan sosok berjubah hitam berpadu menghadirkan atmosfer mencekam dalam film horor Songko yang mulai tayang nasional sejak April 2026.

Film horor Indonesia kembali menghadirkan eksplorasi cerita rakyat Nusantara melalui film Songko. Karya terbaru sutradara Gerald Mamahit itu mengangkat urban legend masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, yang selama ini dikenal melalui cerita turun-temurun tentang sosok misterius berjubah hitam.

Film berdurasi sekitar 108 menit tersebut mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 23 April 2026. Kehadirannya menambah daftar film horor lokal yang mengangkat mitologi daerah sebagai fondasi utama cerita, setelah sebelumnya genre serupa lebih banyak didominasi kisah mistis dari Pulau Jawa.

Berbeda dari pola horor yang menitikberatkan pada efek kejut, Songko bergerak perlahan membangun suasana. Ketegangan muncul melalui relasi antarwarga desa, rasa takut terhadap kutukan, hingga tekanan sosial yang dialami keluarga tokoh utama.

Latar Minahasa Tahun 1986 jadi Pondasi Cerita