"Disini kita bukan mencari siapa yang benar dan salah, tapi bagaimana mencari solusi agar wabah ini bisa teratasi," ungkapnya.  

Menurutnya, dewan harus merasa malu dengan tidak adanya anggaran Setwan yang direalokasi di tahap pertama. Bila dibanding dengan daerah lain, justru dewan yang proaktif mengundang TAPD untuk melakukan realokasi anggaran.  

"Yang diharapkan sebenarnya animo dan proaktif dewan untuk bersama-sama mencegah penularan corona. Bukan mencari sensasi di tengah wabah bencana global ini," sentilnya.  

Soal data penerima bantuan, Dinsos tidak ada salahnya bila memberikan ke dewan. Toh, tidak mengurangi nilai yang dilakukan Pemkab dalam menyalurkan bantuan ke masyarakat. Lagian, bila dalam perjalanannya ada permasalahan, tidak susah. Dewan tinggal merekomendasikan ke aparat penegak hukum. Intinya, saat ini biarkan Pemkab bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang ada.

"Tidak ada gunanya ditutup-tutupi, pada akhirnya desa punya data yang valid. Kalau saya secara pribadi, data yang diminta dewan itu serahkan saja," ujarnya.