"Kami minta PUPR, mengawasi pekerjaan itu. Jangan sampai, tidak bertahan lama," pinta anggota Badan Anggaran (Banggar) itu.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Muna, Adi Mulya menerangkan, kerusakan awal poros Mantobua-Korihi diakui penyedia (kontraktor), akibat aspal yang kurang bagus. Nah, karenanya, pihaknya meminta agar aspal itu dibongkar dan dikerja ulang.

"Sudah dikerja ulang," sebutnya.

Adapun jenis aspal yang digunakan, CPHMA (aspal panas dihampar dingin) yang di produksi pada Aspal Mixing Plant (AMP) di Muna Barat (Mubar). (B)

Penulis: Sunaryo