Krimea diketahui memilih untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Rusia tak lama setelah kudeta 2014 di Kiev. Saat itulah DPR dan LPR memisahkan diri dari Ukraina.
Rusia menginvasi tetangganya pada 24 Februari, dengan alasan membela DPR dan LPR. Putin juga mengklaim dia sedang mencari “demiliterisasi dan denazifikasi” negara itu.
Kiev mengatakan, serangan itu sepenuhnya tidak beralasan dan meminta bantuan masyarakat internasional.
Sejak saat itu, banyak negara, termasuk AS, Inggris, dan negara anggota Uni Eropa (UE) memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia.
Sejak Rusia melakukan invasi sepekan lalu, lebih dari satu juta orang sudah meninggalkan Ukraina.
