Selain itu, tugas dan fungsi negara dalam sistem kapitalisme juga hanya sebagai wasit bagi rakyatnya. Negara pun hanya berperan sebagai regulator yang mengatur agar terjadi keselarasan antara kepentingan rakyat dan kepentingan penguasa, bukan mengurusi urusan rakyat. Rakyat harus berjuang sendiri dalam mengurus urusan mereka, bahkan di masa pandemi saat ini, seperti menanggung biaya PCR.  

Padahal, seyogianya kesehatan merupakan tanggung jawab negara, sehingga negara wajib memberikan akses kesehatan tersebut dengan mudah, murah bahkan gratis, apalagi di musim pandemi. Negara harus hadir terdepan dalam segala urusan rakyatnya, termaksud dalam penanganan pandemi.

Penguasa harus memperhatikan kondisi rakyatnya, bertangungjawab terhadap segala urusan mereka.  Sehingga, penguasa tidak boleh menetapkan kebijakan yang salah kaprah, yang nantinya semakin menyengsarakan rakyatnya. Apalagi sampai menggambil keuntungan dari rakyatnya.  

Sebagaimana dalam sistem Islam. Negara memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada rakyat, sebab hal tersebut merupakan bagian dari kewajiban negara dalam periayahan (pengurusan) atas rakyatnya. Rasulullah Saw. bersabda "Imam (khalifah) adalah pengurus, ia bertangungjawab atas urusan rakyatnya" (HR. Muslim)

Baca Juga: Cegah Kejahatan, Tantangan Besar Duet Intelkam Polri 'Dofiri-Merdisyam'