"InsyaAllah akan ada beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Kota. Saat berkunjung, Wali Kota dan Sekda juga memberikan uang pribadi kepada Alif," ungkap Muslimin kepada telisik.id, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, ibu Alif meninggal dunia bersamaan dengan hari ia mengikuti gerak jalan yang star pada pagi hari. Saat itu, rombongan gerak jalan sudah melewati Batalyon, namun Alif tetap memilih mengikuti kegiatan karena keberadaannya dibutuhkan oleh regu.

"Jam setengah enam pagi ibunya meninggal di RS Palagimata Baubau. Sudah baku lewat di Batalyon, tapi dia tetap ikut gerak jalan karena barisan kurang kalau dia tidak ikut," katanya.

Kisah tersebut kemudian diketahui Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, yang langsung mengunjungi Alif di rumahnya. Dalam kunjungannya, Yusran didampingi Sekda Kota Baubau, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja, Plt Kalaksa BPBD Kota Baubau, Kadis Damkar dan Penyelamatan, serta Camat Sorawolio.

Yusran menyampaikan rasa bangga sekaligus keprihatinannya atas keteguhan dan semangat yang ditunjukkan Alif.