Maka pejuang Taliban terus bergerak melakukan penyerangan ke kota-kota besar provinsi dan berhasil menaklukkan satu persatu kota penting dan termasuk ibu kota Kabul, Afganistan, dan di luar perkiraan pengamatan dunia internasional yang memperkirakan kisaran 90 hari ibu kota Kabul baru bisa dikuasai oleh pejuang Taliban karena Amerika Serikat telah menyiapkan dan melatih banyak tentara lokal dengan senjata lengkap telah didik dan dilatih AS untuk mempertahankan ibu kota Kabul.
Namun fakta berkata lain, ternyata di luar dugaan tak butuh waktu lama hanya kurang lebih sebulan ibu kota Kabul dan istana presiden jatuh dan dikuasai oleh pejuang Taliban tanpa pertumpahan darah yang berarti atau peperangan yang berarti karena banyak tentara nasional Afganistan menyerah.
Bahkan Presiden Afganistan Ashraf Ghani, Minggu 15 Agustus 2021 melihat keperkasaan kekuatan keyakinan pejuang Taliban, langsung kabur tinggalkan istana menuju negara tetangga terdekat (info terakhir sang presiden berada di negara Uni Emirat Arab) dengan membawa berkarung-karung duit bersama orang-orang kepercayaan nya.
Dengan kaburnya terbirit-birit Presiden Ashraf Gani dari istana maka sebagai simbol pemerintahan, itu artinya Afganistan telah menyerah dan menjadi simbol kekalahan. Tentara Afganistan ikut menyerah, dengan mudah pasukan pejuang Taliban akhirnya berhasil menguasai ibu kota Kabul dan menguasai seluruh wilayah termasuk istana kepresidenan. Dengan demikian berakhir sudah pemerintahan boneka Barat selama 20 tahun yakni Amerika Serikat dan NATO sekutunya.
Dunia menunggu seperti apa sistem pemerintahan baru Taliban, karena juru bicara resmi Taliban, telah resmi mengumumkan bahwa Taliban akan tampil beda dengan Taliban 20 tahun yang lalu. Wanita sudah bisa kerja di luar rumah, bisa bersekolah dan membuka diri menjalin hubungan dunia internasional.
