Inovasi berikutnya yang pihaknya akan coba lakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan merit sistem yang belum pernah dilihatnya di daerah yaitu penilaian kinerja pimpinan.
"Sebenarnya hal ini mungkin dianggap tabu, ini tidak. Kinerja pimpinan itu siapa yang bisa nilai, ya di dalam lingkup OPD-nya," ujarnya.
Itulah nanti yang akan menjadi tolak ukur, berhasil tidaknya pimpinan dalam memimpin suatu organisasi.
Di satu pihak, lanjutnya, pimpinan merasa bahwa dia dipantau oleh bawahannya, bukan hanya dia yang bisa menilai bawahannya, tetapi pimpinan juga harus dinilai oleh bawahannya.
"Itulah yang menjadi referensi kami, apakah dia sebagai pimpinan OPD itu berhasil atau tidak," tambahnya.
