Beberapa saat kemudian, korban mengeluh sakit dan mulai tak sadarkan diri. Petugas piket Reskrim bersama Provost lalu melarikannya ke rumah Sakit (RS) dr LM Baharuddin. Nyawanya pun tak bisa tertolong lagi.

Baca Juga: Kembali Digelar, Begini Semaraknya Festival Potapaki ke-6 di Desa Kulati Wakatobi

"Korban meninggal pukul 08.30 Wita," sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan luar dokter RS, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban. Nah, untuk lebih memastikan penyebab kematian korban, pihaknya mengusulkan dilakukan autopsi. Namun, ditolak oleh keluaraganya.

"Kita sudah minta untuk dilakukan autopsi, namun keluarganya menolak. Hal itu dibuktikan dengan surat pernyataan yang disaksikan lurah setempat," tukasnya. (C)