Menurut Sitti, kenaikan harga bahan pokok saat ini cukup membuatnya cemas. Bagaimana tidak, ia khawatir jika harga kebutuhan pokok terus melonjak maka semakin meningkat juga angka kriminalitas nantinya.
"Takutnya kalau naik lagi harga pangan, nanti masyarakat makin susah, akibatnya banyak kriminalitas seperti pencurian karena namanya kebutuhan setiap orang kan beda-beda," ujarnya.
Akibat lonjakan harga telur saat ini, pemilik prasmanan kaki lima yang akrab disapa Mama Riyan, di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Korumba, Kota Kendari, mengungkapkan bahwa saat ini untuk sementara dirinya tidak menyediakan menu telur.
"Telur saya hentikan dulu, soalnya mahal sekali telur sekarang di pasar Rp 65.000 per rak. Kalau mau sediakan takutnya komplain pembeli karena kalau jual biasanya dua telur ceplok Rp 5000 sekarang satu telur ceplok Rp 5000, itu telurnya saja, belum dihitung minyak dan bumbunya juga," keluhnya. (A)
Penulis: Ayu Safitri
