Baca juga: New Normal tapi Bukan Abnormal
Ramadan tak sekadar berlalu. Ia menyusun sadar dan meninggalkan atsar bagi mereka yang melakoninya dengan dedikasi dan integritas. Atsar Ramadan diantaranya adalah integritas, literasi, dan filantropi.
1. Visi Integritas
Sejak terbit fajar, yang menampakkan perbedaan antara warna hitam dan putih, hingga terbitnya mega merah, dan bersenandung sayup adzan magrib, muslim mengelak desakan lapar, haus, 'mendekati pasangan', menahan ajak penglihatan, menyisihkan amarah, dan segala hal yang menjadi aral maksimalnya amal puasa.
Ramadan mentarbiyah muslimin untuk stop tipu-tipu. Ramadan membebaskan manusia dari apa yang disebut psikologi sebagai sikap yang menyimpangi fitrinya (baca: kesucian).
