Pengembangan tersebut diarahkan dengan memanfaatkan potensi pesisir, kelautan, dan perdesaan sehingga hasil pendidikan dan penelitian dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Henny menilai transformasi pendidikan farmasi perlu terus dilakukan, terutama dalam menghadapi kebutuhan penguatan bahan baku farmasi, standardisasi produk, kemitraan industri, serta perkembangan teknologi kesehatan digital.

Ia juga menyoroti capaian Fakultas Farmasi UHO yang memiliki tiga program studi dengan akreditasi unggul. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika.

Dalam program strategisnya, Henny menawarkan penguatan kurikulum berbasis OBE, pembukaan peluang akreditasi internasional, program percepatan studi atau fast track, serta peningkatan riset dan hilirisasi potensi lokal.

Ia juga berencana memperluas kesempatan kolaborasi internasional bagi dosen secara lebih merata, termasuk melalui penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.