Menanggapi persoalan fasilitas laboratorium, Adryan menegaskan pentingnya perencanaan pengadaan alat dan bahan berdasarkan kebutuhan pengguna. Ia juga mendorong peningkatan standar operasional laboratorium, termasuk penambahan tenaga teknis sesuai kebutuhan.
Sementara itu, dalam menjawab persoalan efisiensi anggaran, Adryan menyatakan pengembangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus tetap berjalan secara seimbang tanpa mengorbankan salah satu unsur.
Pada sesi pertanyaan mengenai pemerataan kesempatan dan upaya menghilangkan sekat antarsivitas akademika, Henny menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh potensi dan memberikan kesempatan yang sama untuk berkembang.
Ia menilai kemajuan fakultas tidak dapat dicapai oleh satu orang, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur di dalamnya.
Melalui pemaparan visi, misi, dan sesi dialog tersebut, ketiga bakal calon menyampaikan komitmen masing-masing untuk melanjutkan pengembangan Fakultas Farmasi UHO menuju institusi pendidikan yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan memiliki reputasi internasional. (Adv)
