“Tadi saya tinjau kira-kira di Kota Mara. Harus estetik juga supaya dilihat bagus. Karena akan jadi icon juga,” ujarnya.
Ali Mazi menegaskan, tugu Sultan Himayatuddin tidak akan menjadi sekedar patung biasa. Pihaknya akan membuatnya menjadi salah satu tempat kunjungan baru untuk masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri.
“Bahwa begitu gigihnya ketika itu Oputa Yi Koo berjuang melawan Belanda walaupun dengan bambu runcing dan beberapa pasukan yang setia bergerilya di hutan. Oleh karena itu pemerintah memberikan penghargaan sebagai pahlawan nasional. Sebagai generasi muda kita abadikan patungnya bersama dengan museum sejarah Buton di dalamnya,” ungkapnya. (B)
Reporter: Ridwan Amsyah
Editor: Haerani Hambali
