"Menurut saya tidak hanya semata-mata karena cuaca panas yang ekstrem, melainkan karna kelelahan melakukan ibadah haji. Baru kegiatan haji ini kan membutuhkan fisik yang baik," katanya.
"Dan kalau pun ada yang kenapa-kenapa, pastinya akan cepat ditindak. Tidak mungkin dibiarkan tergeletak begitu saja oleh tim medis di sana," sambungnya.
Sirkulasi udara dalam rute menunaikan haji ini dilengkapi fasilitas AC dan penyejuk udara, sehingga orang-orang tidak akan merasa kepanasan bahkan tidak mengeluarkan keringat.
"Saya pastikan masyarakat Sultra tidak ada dalam 550 orang yang meninggal karena cuaca panas ekstrem, kecuali tiga orang jemaah asal Sultra meninggal karna komplikasi jantung," lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang keluarga yang menanti kepulangan jemaah haji kloter 31 asal Kendari, Anna merasa kaget mendengar banyaknya jemaah haji yang meninggal karena cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
