Hal itu kata dia, membunya kaget dan langsung menelfon sang ayah yang saat ini menunaikan ibadah haji.
"Dan alhamdulillah bapak saya baik-baik saja di sana. Tanggapan ayah saya waktu lewat sambungan telfon. Berdasarkan info sesama jemaah mengatakan kalau rata-rata yang meninggal itu karena tidak berada dalam fasilitas AC entah karena ilegal atau karna berangkat mandiri," katanya.
Dewi, salah satu keluarga jemaah haji asal Kendari kloter 31 berharap sang ibu dan jemaah haji lainnya dalam kondisi aman. Apalagi, kata dia, ibunya berangkat memakai visa resmi sehingga tidak perlu takut meski saat ia mencoba menelepon nomor ibunya belum aktif.
Baca Juga: Ini Kendaraan dan Alat Khusus Polda Sulawesi Tenggara untuk Pengamanan Pemilu 2024
"Mungkin lagi sibuk menunaikan ibadah sampai tidak aktif, takut saya pikir terlalu jauh. Semoga baik-baik saja," ujarnya.
