Saat ini, kata dia, kita semua tahu persis Manggarai Barat menjadi kota super prioritas, super premium pariwisatanya, sehingga bisa menjadi marketnya kopi-kopi kita. Itulah mata rantai ekonomi yang harus dijalankan.
"Selain itu, kalau seandainya kita hanya mensosialisasikan keberadaan kopi tapi kita tidak mengkonsumsi atau memakai produk sendiri, itu sama saja. Kita lah yang harus konsumsi terlebih dahulu sebelum kita menjual ke orang luar,” tambahnya.
Ia juga meminta agar pemerintah kabupaten memberikan pelatihan barista kepada anak-anak muda, agar sajian kopi Manggarai sesuai dengan standar pasar.
Pada kesempatan itu Julie juga meminta kepada semua general manager hotel maupun restoran di Labuan Bajo agar menggunakan kopi dari NTT.
Sebab menurutnya, selama ini kita mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membeli kopi dari luar, padahal kopi asli NTT memiliki cita rasa yang khas.
