Karena budidaya ini termasuk baru bagi masyarakat, sehingga diperlukan pendampingan sampai usaha ini betul-betul dapat memberikan outcome atau bermanfaat bagi masyarakat Kolut.

"Jadi target kami bukan mengejar output, tetapi yang paling utama adalah outcome bagi masyarakat Kolaka Utara. Dengan begitu, kami akan betul mengawal bantuan tersebut mulai dari unggasnya, kandang, sampai pada sarana penetasan," katanya.

Lebih lanjut Ismail menuturkan, selama ini pemerintah tidak memiliki program terkait kemandirian peyedian ternak dan telur di Kolut. Oleh karena itu, dengan adanya lokasi pusat pengembangan unggas tersebut, Bupati mengingkan kebutuhan ternak dan telur di masa yang akan datang bisa disediakan secara mandir tanpa harus mendatangkan telur dari daerah Sulawesi Selatan.

"Bahkan kalau di tiga tempat ini berhasil, maka kita akan mengembangkan lagi di tempat lain. Sehingga ke depannya Kolut bisa menjadi sentral penghasil telur di Sultra," pungkasnya. (B)

Reporter: Muh. Risal