Sikap Macron mencerminkan keinginan Prancis untuk memainkan peran aktif dalam mengatasi krisis kemanusiaan di Timur Tengah.
Tak lama setelah pernyataan Macron, Inggris menyusul dengan komitmen serupa. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa negaranya akan mengakui kemerdekaan Palestina, namun dengan prasyarat tertentu.
Salah satu syarat utama adalah penghentian serangan Israel di Gaza dan pemberian akses kemanusiaan lebih luas kepada warga sipil di wilayah tersebut.
"Saya selalu mengatakan bahwa kami akan mengakui negara Palestina sebagai kontribusi bagi proses perdamaian yang tepat, di saat dampak maksimal bagi solusi dua negara," ungkap Starmer dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa pengakuan akan diberikan jika Israel bersedia menghentikan agresi dan mengambil langkah konkret menuju gencatan senjata.
