TEL AVIV, TELISIK.ID - Milisi Hizbullah di Lebanon selatan menjadi sorotan, setelah meluncurkan 320 roket katyusha ke Israel pada akhir pekan lalu. Serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut memicu reaksi Israel dan mengundang perhatian internasional.
Pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, menyatakan bahwa serangan ini sesuai dengan rencana mereka dan akan segera dilakukan evaluasi serta penilaian terhadap operasi militer yang telah dilakukan.
Nasrallah juga menambahkan bahwa jika hasil dari serangan tersebut dianggap belum memadai, Hizbullah berencana untuk melanjutkan serangan lebih lanjut terhadap Israel.
Serangan yang dilakukan Hizbullah pada Minggu (25/8/2024) lalu, bahkan memaksa Israel menetapkan status darurat selama 48 jam.
Baca Juga: Korban Genosida Israel di Jalur Gaza Tembus 40.405 Jiwa, Hizbullah Terus Lancarkan Serangan
