KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Populasi ternak sapi di Kabupaten Kolaka Utara saat ini tidak mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban jelang hari raya Idul Adha 1446 Hijiriah. Karena itu, para peternak memasok sapi dari luar daerah.

Mobilisasi ternak sapi ini berpotensi membawa penyakit menular dari daerah asal jika ternak yang dibeli tidak melalui proses pemeriksaan, dan memiliki surat keterangan sehat dari instansi terkait.

Saat ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kolaka Utara telah mendeteksi enam ekor sapi di Desa Tinuna, Kecamatan Porehu yang terjangkit penyakit menular PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku.

Kendati demikian, ternak yang terinfeksi PMK kata Dokter Hewan Disbunnak, drh Sahrir telah memberikan penanganan maksimal agar penyakitnya tidak menyebar ke ternak lainnya.

"Ada beberapa titik yang sudah terdeteksi, salah satunya di Desa Tinuna. Kita diagnosa sebagai penyakit PMK, namun kami sudah melakukan penanganan dengan pemberian vitamin, obat-obatan dan Biosecurity," terangnya, Kamis (5/6/2025).