"Sebenarnya mesin yang diatas itu bukan tidak bisa beroperasi lagi tetapi kabel-kabelnya banyak yang hilang dicuri dan sebagian rusak," kata Kamal.

Kendati demikian, pihaknya berupaya agar mesin produksi dengan kondisi yang ada saat ini bisa diaktifkan sementara waktu ketika Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka bertandang ke Kolaka Utara bulan depan.

"Kami optimis kakao centre kedepan akan menjadi pusat kawasan hilirisasi industri kakao di Kolaka Utara dan Sulawesi Tenggara," pungkasnya. (C)

Penulis: Muh. Risal H

Editor: Kardin