"Dulu sejak saya jadi anggota DPRD tahun 1982 sampai 1987 dan berlanjut lagi ke 1992 kami pernah bahas tentang itu. Hanya saya tidak tahu bagaimana proses selanjutnya" kata Husen ditemui di kediamannya, Senin (18/7/2022).
"Saya hanya bisa menjelaskan dari sisi mantan anggota DPRD karena tahun 1982-1987-1992 kami pernah bahas tentang tanah Nanga Banda. Tapi kalau sekarang ada yang mengklaim tanah itu dari raja atau naib dulu yah itu kan mungkin peninggalan saja, karena saya juga belum ada disini waktu itu" katanya lagi.
Husen mengaku bahwa ia baru menginjakan kaki di Reo pada tahun 1951. Setelah beberapa tahun di Reo ia sendiri pernah melihat tanah Nanga Banda itu menjadi tempat leanding Helikopter. Bahkan dulu ada 27 Helikopter turun di Nanga Banda
"Kita semua disuruh menghindar jauh karena Helikopter mau leanding di Nanga Banda. Waktu itu seingat saya tanah tempat leanding Helikopter itu panjang sampai ke BGR dan Kedutu. Luas sekali tanahnya" ucap Husen mengulang ingatan masa lalunya.
Kemudian seiring berjalannya waktu muncul wacana pembentukan kabupaten, namanya Manggarai.
