Sebab, tanah yang sedang diklaim oleh beberapa oknum itu merupakan tanah bekas penjajahan Belanda yang harus kembali jadi milik Indonesia pasca semua rakyat keluar dari sakitnya penjajahan.
Tokoh 86 tahun itu mengaku bahwa ia salah satu warga negara indonesia yang pernah merasakan sengsaranya zaman penjajahan Belanda dulu, sehingga ia sangat setuju jika tanah ini kembali jadi milik Indonesia.
Waktu itu tanah Nanga Banda masih menjadi landasan udara tempat mendaratnya pesawat perang Belanda dan saat itu ia masih menempuh pendidikan di lembaga yang disebut Sekolah Rakyat (SR).
"Saat belanda masuk kesini mereka langsung berdiri di tanah nanga banda lalu berjalan keliling nuca lale untuk mencari rempah-rempah dan perlu diingat penjajahan belanda itu pun sudah ada sebelum saya lahir" terang pria yang sehari-sehari disapa dengan sebutan opa umbek ini.
Ia rupanya tidak menampik keberadaan Kesultanan Gowa dan Kesultanan Bima pada masa penjajahan Belanda.
