Beberapa netizen menduga ini hanyalah bagian dari rekayasa konten demi trafik.
“Kayaknya settingan biar makin terkenal. Sekarang semua orang cari namanya di Google,” tulis pengguna Twitter @hakim_online.
Di sisi lain, sebagian pengguna menyayangkan penyebaran konten yang seharusnya bersifat pribadi. Mereka menilai bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran privasi.
Melansir Jabarekspres, Senin (26/5/2025), fenomena ini mencerminkan bagaimana cepatnya konten eksplisit menyebar di era digital, dan bagaimana reputasi publik seseorang bisa berubah dalam semalam.
Baca Juga: Pemeran Video Syur 58 Detik Viral di Wakatobi Terungkap, Janda Penjaga Salon Digoyang Tukang Jahit
