Namun, Megan menegaskan bahwa keputusannya bukanlah sesuatu yang terburu-buru.
“Saya memilih Islam karena ajarannya sesuai dengan keyakinan pribadi saya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kampanyenya di media sosial bertujuan untuk memerangi prasangka, rasisme, dan Islamofobia, sekaligus memahami mengapa warga Palestina begitu dekat dengan Al-Qur’an.
Baca Juga: Kisah Mualaf Vince Focarelli, Dari Ketua Geng Motor Australia jadi Pendakwah
Kisah Megan Rice menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.
