Para tokoh masyarakat yang hadir juga memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Mereka menilai bahwa pendidikan politik di tingkat desa sangat diperlukan untuk mencegah perpecahan dan konflik horizontal yang mungkin timbul akibat perbedaan pilihan politik.
Sementara itu, para pemuda desa yang turut menghadiri acara ini menyatakan komitmennya untuk menjadi agen perubahan dalam membangun kohesi sosial di desanya.
Baca Juga: Universitas Muhammadiyah Kendari Bidik Calon Maba Lewat Pameran
"Kami sebagai generasi muda siap menjadi jembatan untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat demi kemajuan Desa Laywo Jaya," ujar salah satu perwakilan pemuda.
Dalam visi jangka panjangnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan Desa Laywo Jaya sebagai desa inkubator kohesi sosial yang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Konawe Kepulauan. Dengan adanya pendidikan politik yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam berpolitik dan tetap menjaga keharmonisan sosial.
