
Namun, pemerintah tidak berpuas diri dengan capaian tersebut. Mereka menargetkan penurunan angka stunting hingga 17 persen pada tahun 2023. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan upaya lebih keras dan konsisten dari semua pihak, termasuk OPD lingkup pemerintah kota, camat, lurah, serta seluruh kader PKK.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan di puskesmas dan posyandu. Kedua fasilitas kesehatan ini menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dan anak balita.
Baca Juga: Pemkot Kendari Terus Berupaya Wujudkan Indonesia Emas 2045 dengan Turunkan Angka Stunting
Peningkatan kualitas pelayanan di puskesmas dan posyandu diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting dengan memberikan perawatan kesehatan yang optimal bagi ibu hamil dan anak balita.
