"Ternyata itu ada di urutan ke-4. Urutan pertama adalah daya tarik seni budaya lokal yang ada. Hal tersebut terlihat dalam survei yang dilakukan Kemenparekraf. Di urutan kedua adalah event, setelah itu kuliner dan tempat wisata,” ungkap Andi.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Wisata Religi dan Halal, Direktorat Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, Nurul Hasmy Mallalahi menekankan agar Sulawesi Tenggara tak cuma terkenal pada wisata bahari.
"Sebenarnya banyak juga wisata dan ekonomi kreatif lainnya yang bisa dikembangkan seperti tenun, desa wisatanya, juga ada wisata religi seperti kemarin saya berkunjung ke masjid terapung Al-Alam,” ucap Nurul. (A-Adv)
Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim
Editor: Haerani Hambali
