Baca Juga: Alami Hidrosefalus, Bayi Ini Butuh Uluran Tangan
“Tidak adami yang saya mampu bikin, sudah tua begini, sudah tidak mampu kerja lagi. Saya hanya bisa memulung tiap hari. Biar hujan-hujan saya tetap memulung karena kalau tidak, bagaimana saya dan istri bisa makan,” ucapnya.
Kakek Empo bekerja sebagai pemulung sejak beberapa tahun terakhir. Barang-barang yang ia pulung seperti botol plastik, kardus, dan barang lainnya. Ia mulai memulung dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 18.00 sore hari, menyusuri jalan By Pass.
Kakek hanya akan pulang beristirahat dan makan pada siang hari. Biasanya hanya makan nasi dengan mi instan, itu pun kalau ada. Untuk menghemat beras, istri sang kakek memasak 1 kaleng kecil dalam sehari, untuk dimakan berdua. (A)
Penulis: Wa Ode Sunaimi Rahman
