Jika salah satu dari ketiga pasangan capres ini terpilih, kemungkinan besar pemerintahan akan bergoyang dengan kencang dari dalam pemerintahan maupun dari luar pemerintahan. Ketiga pasangan ini, diyakini jika salah satunya terpilih memungkinkan terjadinya persaingan yang kuat baik langsung maupun tidak langsung antara capres terpilih dengan calon wakil presiden (cawapres) terpilih.
Cawapres ketiga pasangan calon memiliki pengaruh yang cukup besar. Bahkan, pemerintahan ketiga pasangan ini harus diakui bahwa kekuatan besarnya berada di posisi cawapresnya. Sehingga topangan kokoh dari cawapres menyebabkan cawapres terpilih nanti diprediksi layak dianggap “cawapres rasa capres,” bahasa Sarkasnya, wakil presiden nanti sebagai “the real president.”
Tulisan ini adalah ulasan terakhir dari pasangan terakhir yang memang dihadirkan secara bersambung per minggunya. Kita akan kupas pasangan Ganjar-Mahfud, sebagai berikut.
Ganjar-Mahfud Beda Karakter
Saat Pilpres, Mahfud tampak tak dieksplore, ia juga tampak menerima diarahkan oleh PDIP. Ganjar yang lebih menonjol, ini semua untuk kebutuhan strategi politik. Meskipun, terkesan Mahfud tampak nyaman, menerimanya. Padahal disinyalir tidak, pribadi Mahfud tipikalnya kuat akan pendirian dan pemikiran, orang seperti ini agak keras kepala (koppig).
