Dapat dikatakan bahwa Mahfud masih sempat berperilaku santun, bijak, tetapi terbawa maupun akhirnya mengikuti rekan-rekannya di PDIP. Sedangkan Ganjar memang personalnya adalah arogan, jumawa, dan tinggi hati. Mirip dengan PDIP yang merasa bahwa mereka partai lama, partai penguasa, partai peringkat pertama, jadi terkesan Pemilih itu dianggap berposisi top-down mengikuti arahan PDIP sebagai partai penguasa.
Mahfud Awalnya akan Berperan Penting
Awalnya Mahfud sudah menyatakan, bahwa ia menolak untuk meninggalkan kursi menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan Indonesia (Menkopolhukam). Ia sudah menjelaskan akan menyelesaikan tugas besar yang sedang dijalankannya. Bahkan, andai ia terpilih sebagai pemenang di PIlpres, maka ia tetap ingin bersama Jokowi sampai akhir masa jabatan.
Namun sayangnya, Mahfud harus mengikuti maunya Ganjar dan PDIP untuk mundur dari kabinet sebagai pembantu Presiden Jokowi.
Meski begitu, diyakini pengalaman Mahfud di tiga lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif, ditenggarai yang akan mewarnai pemerintahan ke depan, andaikan Ganjar-Mahfud terpilih.
