“Awalnya saya hanya membuat risol untuk konsumsi keluarga. Tapi, setelah melihat antusiasme dari teman-teman yang ingin membeli, saya mulai serius menjualnya. Kini, saya bisa memproduksi hingga 200 risol per hari,” ujar Nunik kepada telisik.id, Jumat (9/5/2025).
Dengan modal awal yang terjangkau dan potensi pasar yang luas, usaha risol menjadi pilihan yang menjanjikan. Selain itu, tren makanan rumahan yang sedang digemari masyarakat turut mendukung kesuksesan usahanya.
Keputusan Nunik untuk beralih profesi ini mencerminkan semangat kewirausahaan dan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Bermodal tekad dan kreativitas, ia membuktikan bahwa usaha kecil seperti berjualan risol dapat menjadi sumber pendapatan yang lebih baik dibandingkan dengan bekerja sebagai karyawan dengan upah minim.
“Saya tidak menyesal dengan keputusan ini. Saya bisa mengatur waktu sendiri, lebih dekat dengan keluarga, dan yang terpenting, saya melakukan apa yang saya cintai,” tambah Nunik.
