"Karena mugkin kita bisa meningkatkan pendidikan ataupun mencerdaskan masyarakat Kota Kendari, kalau pemimpin di satuan sekolah masing-masing tak memiliki kemampuan atau kompetensi tersebut," ucapnya.

Asmawa menuturkan mandatory spending minimal 20 persen, Kota Kendari sudah di angka 22,41 persen. Itu menjadi pendorong bagi tenaga pendidik, terkhusus kepala sekolah di semua level pendidikan.

"Penekanan kami adalah bagaimana kalau sekolah ini tidak hanya kompetensi. Tapi juga integritas dan akuntabilitas pengelolaan program kegiatan di sekolah," tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dimudora) Kota Kendari, Saemina mengatakan, bimtek peningkatan perlu diadakan karena kepala sekolah adalah ujung tombak di satuan pendidikan. Dengan adanya bimtek, kepala sekolah bisa melaksanakan fungsi selain manajerial, kewirausahaan dan supervisi.

Baca Juga: Jalan Rusak Depan SPBU Anduonohu Kota Kendari jadi Keluhan Warga