Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengungkapkan, penerapan program digitalisasi transaksi daerah ini bisa memicu peningkatan PAD yang signifikan.

Baca juga: Hasil Evaluasi KPK, Tata Kelola Pemerintahan Kendari di Posisi 43

Peningkatan PAD ini menurutnya, bisa mewujudkan pembangunan fasilitas umum dan aspirasi-aspirasi masyarakat.

"Kami sangat berterimakasih kepada kepala perwakilan Bank Indonesia Sultra yang telah menunjuk kami sebagai pilot projek di Sultra untuk memulai program nasional ini," ungkapnya.

Wali kota berharap, dengan dibentuknya TP2DD maka transaksi keuangan Pemda serta bebagai pembayaran dapat dilakukan dengan mudah dan dapat mengurangi resiko kebocoran anggaran daerah.