Pj bupati, melalui Asisten I Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, Sekda Kolaka Utara, Muhlis Bachtiar mengungkapkan, jika lahan pertanian di Desa Pakue dulunya lahan persawahan.

Ketika harga kakao merokek pada tahun 90-an hingga 2000,  masyarakat setempat mengalih fungsikan lahan persawahan mereka menjadi kebun kakao, meskipun sebenarnya syarat tumbuh untuk kakao tidak sesuai sehingga hasilnya kurang maksimal.

"Menurut informasi, tahun 2020 masyarakat memilih untuk kembali menguji coba bersawah dan ternyata hasilnya bagus," terangnya. Rabu, (19/10/2022)

Meski demikian, dari 30 hektar lahan persawahan di Desa Pakue yang tergarap baru sekitar 25 hektar, sementara sisanya belum difungsikan karena memerlukan peralatan untuk melakukan penebangan pohon.

"Olehnya, untuk meningkatkan produksi petani, Pj bupati melalui instansi terkait mendorong upaya intensifikasi dan ekstensifikasi dengan melakukan pembenahan irigasi tahun ini dan upaya penyediaan Alsintan. Beliau sangat merespon permintaan masyarakat untuk meningkatkan produksi pertanian mereka," jelasnya.