Padahal saat ini, tambah Rerie, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengkonfirmasi masuknya empat varian baru mutasi virus korona di Indonesia.
Keempat varian itu adalah varian Inggris (B.1.1.7), varian India (B.1.6.1.7), varian Afrika Selatan (B.1.3.5.1), dan varian (B.1.5.2.5) yang terbawa dari Malaysia.
Varian baru mutasi virus korona tersebut, diperkirakan memiliki tingkat penularan hingga 75 persen.
Kondisi masuknya varian baru virus corona pada saat potensi pergerakan orang di ruang publik tinggi, menurut Rerie, seharusnya diantisipasi dengan langkah yang direncanakan secara baik dan terukur.
Rerie berharap, para pemangku kepentingan mampu segera menerapkan strategi pencegahan penyebaran COVID-19 yang tepat untuk menekan potensi terjadinya ledakan kasus pasca Lebaran. (C)
