"Dari amatan kami, lokasi ini memenuhi syarat," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae menerangkan, untuk di Desa Laiba cocok dibangun bendung sesuai dengan debit airnya antara 2.500-3.000 per detik. Nah, untuk pembangunannya, menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui APBN. Ia pun akan memperjuangkan anggaranya tahun 2024.

Baca Juga: Pasca Dilantik Kades di Kolaka Timur Ikut Rakor Perdana

"Tahun ini, saya akan bicara dengan Dirjen untuk dianggarkan perencanaan dan studi kelayakannya. Fisiknya nanti 2024," ungkapnya.

Mantan Bupati Muna dua periode itu berharap masyarakat mendukung program itu. Ketika, tim melakukan perencanaan jangan dibuat sulit. Apalagi, mempermasalahkan soal lahan.