"Masukan dan informasi ini perlu kita sikapi bersama. Semua pihak perlu duduk bersama agar kita memiliki kesepahaman tentang momen bersejarah yang menjadi identitas daerah ini,” tutur Pj Sekda.
Lebih dari sekadar perubahan tanggal, wacana ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan 21 tahun Kolaka Utara sebagai daerah otonom.
Diskusi mengenai hari jadi bukan hanya bicara tentang kapan kabupaten ini lahir, tetapi juga bagaimana masyarakatnya memahami sejarah, jati diri dan arah pembangunan ke depan.
“Mudah-mudahan melalui diskusi dan kajian bersama ini, kita bisa menemukan kesepakatan yang tepat untuk Hari Jadi Kolaka Utara,” tutupnya. (C)
