Artinya, orang tua memiliki waktu kurang lebih 17 tahun, maka sebaiknya menabung sejumlah Rp 9,7 juta per tahun atau sekitar Rp 880 ribu per bulan.

Sehingga, dari angka tersebut dapat memudahkan penyusunan rancangan biaya kuliah anak yang bisa disiapkan.

3. Mengalokasikan dan menyisihkan dana khusus untuk pendidikan anak sejak dini

Langkah selanjutnya adalah memprioritaskan alokasi gaji setiap bulan. Itu supaya pos tabungan biaya kuliah tidak mengganggu alokasi biaya kebutuhan pokok, dana darurat, dana pensiun, dan pos pengeluaran lainnya.

"Caranya konsisten menentukan berapa persen khusus biaya kuliah anak, mulai 10-20 persen dari gaji bulanan bisa dialokasikan untuk pos rancangan biaya kuliah anak per bulan. Misalnya gaji Rp 5 juta per bulan, maka Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta disisihkan untuk pos rancangan biaya kuliah anak," jelas dia.