Melansir penelitian Journal of the American Dietetic Association, orang yang makan cepat memiliki 115 persen kemungkinan mengalami obesitas dibanding orang yang makan secara perlahan.
Seberapa banyak kita makan dan rasa kenyang dikontrol oleh hormon. Hormon ini yang akan memberikan sinyal pada otak saat kita lapar atau kenyang. Namun, butuh waktu 20 menit untuk otak mendapatkan sinyal tersebut.
Sehingga makan dengan lebih lambat dapat memberikan waktu bagi otak memproses bahwa kita sudah kenyang. Penelitian tersebut juga sudah membuktikan bahwa makan pelan-pelan dan lebih banyak mengunyah akan mengurangi kalori yang dikonsumsi. Hal ini juga akan membantu menurunkan berat badan. (C)
Penulis: Adinda Septia Putri
Editor: Haerani Hambali
