Smelter nikel tersebut akan dibangun dalam suatu Kawasan Industri seluas 5.199 Hektar yang juga akan dikelola oleh perusahaan di bawah kendali Tiran Grup. Nantinya, PT Tiran Mineral, sebagai pengelola kawasan, akan mengundang para investor smelter nikel.
Baca Juga: RSUD Kendari Hampir Penuh, Kasus COVID-19 Kembali Bertambah 74 Orang
Potensi investor smelter yang akan datang tentu besar dengan kawasan yang cukup luas tersebut. Saat ini seorang pengusaha besar di negeri ini sudah menyatakan niat nyata untuk membangun smelter nikel sebanyak 8 line.
Dukungan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pemasok tenaga listrik, juga nyata dan diabadikan dalam penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PT Tiran Mineral dengan PT PLN.
PT PLN akan membangun transmisi untuk pasokan listrik sebesar 50 MW ke PT Tiran Mineral dengan biaya sambungan sekitar Rp 26 miliar. Untuk sambungan ini PT PLN akan harus melakukan investasi sebesar Rp 798 miliar.
