Oleh: Efriza
Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus & Owner Penerbitan
PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) akan segera meresmikan bergabungnya mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Dewan Pembina PSI. Bergabungnya Jokowi bersama PSI akan menjadi tantangan untuk memberikan dampak besar keuntungan elektoral kepada PSI, sekaligus akan menghadirkan dinamika politik yang cenderung akan memanas.
PSI tentu berharap kehadiran Jokowi akan menghadirkan persepsi publik dengan sentimen positif kepada PSI. Konsekuensinya PSI akan semakin terasosiasi dengan figur Jokowi dan keluarga Jokowi sekaligus warisan kinerja positif dari Jokowi sebagai mantan presiden ke-7 Indonesia kemarin. Singkatnya, PSI menginginkan penguatan elektabilitas dan daya tarik partai bagi pemilih yang masih memiliki tingkat kepuasan tinggi atas Jokowi.
Posisi Jokowi di PSI juga dapat menyatukan kekuatan politik jaringan loyalis Jokowi yang telah begitu setia bersama Jokowi dan Keluarga. Kehadiran figur Jokowi juga akan berisiko bagi PSI dalam membangun identitas politik yang mandiri, PSI akan dilabeli sebagai partai keluarga Jokowi.
