Irhas Saputra menuturkan bahwa dihadirkannya TKA di Sultra adalah ancaman bagi Sultra yang terus-terusan dijadikan tumbal diplomasi. Menurutnya, Pihak PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Obsidian Stainless Steel (OSS) bisa memperdayakan Tenaga Kerja Lokal (TKL).

"Seharusnya pihak PT. VDNI dan PT. OSS melakukan kerjasama dengan Pemerintah melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberi ruang pelatihan skill kepada TKL agar terbina menjadi Tenaga Kerja Ahli agar TKA tidak lagi dibutuhkan untuk masuk bekerja di Sultra," tuturnya.

Sementara itu, Pendiri Himpunan Mahasiswa Ranomeeto, Sarlan Lario, menjelaskan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk turut menolak kedatangan TKA di Sultra dan akan bergabung dalam aksi blokade jalur yang akan dilalui TKA, karena pihak pemerintah terkait tidak mengindahkan tuntutan penolakan kedatangan TKA yang dilakukan massa aksi beberapa pekan yang lalu.

"Kami merasa terpanggil untuk ikut dalam aksi penolakan kedatangan TKA, 500 massa akan kami kerahkan. Karena kami masyarakat merasa memiliki tanggung jawab mengawal kebijakan pemerintah terkhusus pemerintah pusat yang sampai saat ini tidak melirik persoalan yang ada di daerah. Analoginya, hari ini pemerintah pusat makan ikan tuna sementara kami di daerah masih makan ikan teri," jelasnya.

Reporter: Hamka Dwi Sultra