JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah telah menyetujui masuknya 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China untuk bekerja di perusahan pemurnian nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada, 23 Juni besok.

Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra Raden Muhammad Syafii alias Romo Syafii mengatakan, penolakan terhadap ratusan pekerja asal China ini sangat tepat dengan kondisi bangsa saat ini. Jutaan masyarakat Indonesia sedang kehilangan pekerjaan karena pandemi COVID-19, dan kondisi ekonomi bangsa juga makin terpuruk.

"Saya melihat dari dua sisi, sisi yang pertama sekarangkan kehidupan ekonomi kita semakin terpuruk, pengangguran di mana-mana, jadi masuknya TKA itu sudah pasti mengurangi kesempatan warga negara kita untuk mendapatkan pekerjaan," kata Romo Syafii saat diwawancarai oleh Telisik.id di Gedung DPR-RI Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2020).

Selain susahnya lapangan kerja, kondisi Indonesia saat ini masih darurat COVID-19 yang mengharuskan masyarakat untuk menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Coronavirus. Pasalnya, saat Pemerintah melonggarkan protokol kesehatan, pasien positif COVID-19 meningkat drastis.

"Ke dua terhadap pada pekerja kita aja sampai hari ini itu kan masih dilakukan social distancing, physical distancing,  khawatirkan pandemi ini akan meningkat karena faktanya setelah ada kelonggaran jumlah yang terpapar itu sangat signifikan, dan kita tau itu awalnya dari China," ucapnya.