Selain itu, negara yang menerapkan Islam tidak pernah memalak rakyat. Pajak benar-benar menjadi opsi terakhir jika memang terjadi kekosongan pada baitul maal.

Saat terjadi bencana seperti wabah, fungsi negara merangkap sekaligus memitigasi bencana. Negara berupaya semaksimal mungkin meminimalisir resikonya dan tak lupa memastikan kebutuhan rakyat tetap terpenuhi.

Demikianlah pengaturan Islam kepada rakyat. Islam tentu jauh berbeda dengan kapitalisme. Paradigma sistem kapitalisme dibangun atas prinsip untung rugi, nafsu akan harta, sedang sistem Islam bergerak atas dorongan wahyu dari pencipta segala sesuatu, Allah SWT. Tidak mungkin salah jika berasal dari-Nya.

Olehnya itu, perwujudan kebutuhan rakyat jelas akan terpenuhi jika mengambil Islam sebagai aturan. Bukan kapitalisme yang nyata-nyata menyiksa rakyat. Sudah saatnya rakyat beralih kepada solusi yang pasti lebih baik, ialah sistem Islam.

Allah berfirman: "Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?" (QS. Al-Ma'idah:50). Wallahu a'lam bishshowab. (*)