Dari sisi operasional, Toko Damai sudah menerapkan sistem digital sepenuhnya untuk kasir, manajemen stok, hingga pelaporan harian.
“Sistem kita dari pembelian, penerimaan barang, gudang, stok, dan lain sebagainya sudah menggunakan digitalisasi, sehingga kita tahu stok, pembelian, dan pemasukan setiap hari,” urai Chris.
Tantangan terbesar yang dihadapi Toko Damai adalah pengelolaan sumber daya manusia. Dengan 200 karyawan, membentuk tenaga kerja yang modern dan kompeten membutuhkan usaha besar.
“Memaksa orang untuk maju itu sulit, tapi saya optimis. Kalau pun mereka keluar dari Toko Damai, saya usahakan mereka keluar dengan penuh ilmu yang saya berikan,” harapnya.
Untuk masa depan, Chris menegaskan bahwa Toko Damai masih memiliki mimpi besar, mulai dari pengembangan infrastruktur, pembukaan cabang baru, hingga membangun tim yang semakin solid.
