Asna mengatakan, banyaknya jumlah pembeli membuat mereka kehabisan stok di gudang. Beberapa pembeli ada yang memborong lima sampai 10 lembar pakaian.
"Sejak pertengahan Ramadan di sini sudah ramai ditambah dekat Lebaran ini jadi pembeli itu meledak-meledak bahkan dalam toko, para pembeli kesusahan berjalan karena terlalu banyak orang," kata Asna.
Tidak hanya dalam toko yang pembeli tumpah ruah, namun di jalan raya pula, hingga menyebabkan kemacetan di beberapa titik.
Salah seorang pembeli, Titin, mengaku kewalahan berbelanja karena terlalu banyak orang yang menyebabkan tidak bebas memilih pakaian kesukaannya.
