Jika mengingat pengangkatan Alvian Taufan Putra sebagai Ketua KONI Sultra menggantikan Agista Ariani, saat itu Ali Mazi masih menjadi Gubernur Sultra. Dalam artian kecintaan terhadap olahraga harus ditanamkan dalam kebersamaan.
Ia pun meminta para cabor dan KONI kabupaten/kota untuk menghargai Ali Mazi sebagai pembina KONI Sultra.
"Ya, kalau ada kekurangan dan temuan itu, ada ranahnya masing-masing untuk melihat. Sehingga ke depan yang bersangkutan jangan dipilih lagi. Tapi kita dudukan dulu untuk yang terbaik," urainya.
PODSI pun menilai, Musprovlub hanya digunakan sebagai gempuran untuk mendudukan orang lain. Abdurrahman Shaleh pun meminta agar jabatan Alvian Taufan Putra diselesaikan hingga akhir masa jabatan kelak.
"Lagi pula belum ada kegiatan penting dan mendesak untuk KONI dalam waktu dekat ini. Kenapa tidak diselesaikan dulu jabatannya. Belum tentu juga yang menggantikan Alvian jauh lebih baik," cetusnya.
